Tuesday, November 6, 2007

Dikejar Kesibukan

Wah, tak terasa udah lama nggak ngeblog nih. Bulan - bulan ini, nggak tahu kenapa mau akhir tahun, di kantor semakin banyak kerjaan aja. Ada kerjaan besar menanti minggu depan, yaitu seminar UU Ketentuan Umum Perpajakan yang baru saja disahkan kemarin. Bertempat di Hotel Bidakara, dengan biaya seminar gratis bagi para peserta. Kami mengundang dari kalangan akademisi, emiten, dan Departemen - departemen. Nah, ayo siapa pingin daftar masih ada kursi nih sebelum tanggal 12 November, hehehe.

Disamping bekerja, sebenarnya aku pingin bgt ngelanjutin kuliah nih. Tapi kenapa ya bawaannya males melulu,huh. Mungkin ini juga termasuk godaan kali ya. Dengan ijasah dari STAN yang cuman DIII, tentunya aku ingin meningkatkannya jadi S1 dong. Tapi kalau dirasa - rasakan, kuliah sambil kerja kayaknya bikin males aja. Sempat kepikiran juga kalau pingin nerusin STAN lagi untuk ambil D4 nya STAN. Tapi, tampaknya untuk masuk D4 STAN perlu usaha keras nih untuk nembus saringan masuknya. Terus gitu bagi yang tugas belajar kayak di STAN, tunjangannya kena potong deh separuhnya. Belum lagi setelah lulus dari STAN D4 ditempatkan ulang. Iya kalau tetep di Jawa, kalau keluar gimana? waduh pikir - pikir dulu deh. Kalau nasibya kayak temen - temenku lulusan D3 STAN kemarin, yang ada sampai ke pelosok - pelosok negeri gimana dong, hehehe.

Oh ya, ada pengumuman penting nih bagi adik - adik yang pingin lulus USM STAN tahun depan.Jika kalian ingin mempelajari soal - soal dan pembahasan ujian STAN, dapat membeli buku kumpulan soal - soal dan pembahasan STAN edisi 5 tahunan. Sekalian promosi nih, kalian dapat membelinya dengan hubungi saya lewat email ya.

Read More......

Monday, October 22, 2007

Habis Mudik

Verifikasi sukses! Bunyi absen elektronik ditempatku, He he he. Hari ini kita kembali masuk kantor setelah puas merayakan lebaran dengan masa cuti bersama satu mingguan. Masuk Kantor pertama langsung terlihat semua pegawai pada duduk melingkar berurutan untuk saling bersilaturahim. Pak, bu minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. Kira - kira begitulah yang umum kita ucapkan. Suasana yang membuat keakraban terlihat pada semua pegawai. Semoga hal ini akan terus terjaga selama satu tahun mendatang.

Dalam postingan ini saya pingin cerita aja tentang suka duka perjalanan mudik dan balik kemarin. Rencana awal aku akan berangkat naik kereta jurusan semarang, terus lanjut ke Pati naik bus. Tapi, aku diajak om ku bareng naik mobilnya. Aku berangkat H-2, kamis pukul 11 siang. Tapi apa yang terjadi? Uh. . nggak diduga sampai di rumahku Pati hari Jumat malem pukul 8. Itu terjadi karena pertama kena macet, kedua kondisi mobil agak kurang sehat. Macet parah terjadi di Cikampek, terus di Cirebon. Sepanjang perjalanan pun aku merasa seperti masih jalan di Jakarta yang tiap hari macet dan banyak montor di pinggir - pinggir jalannya, hehehe. Kondisi radiator mobil yang cepat panas juga turut menambah penderitaan, karena kita harus sering berhenti untuk mendinginkan mesin. Kupikir, untunglah shalat Id ditempatku jatuhnya hari Sabtu, jadi bisa sempat ikut deh.

Lazimnya lebaran aku puas - puasin deh main ke saudara - saudara, ke temen - temen dan sanak handai taulan. (lengkap bgt ya, mumpung libur). Dapet juga undangan dari anak - anak STAN yang baru lulus tahun ini untuk menghadiri acara syukuran. Seneng juga lihat adik - adik kelas udah pada lulus.Tapi maaf aku nggak bisa nyampai akhir, soalnya kelamaan hehehe. Oh ya, sayangnya aku nggak sempat ngunjungi tempat wisata, bingung mau wisata kemana. Paling ngajak temen - temen nongkrong dijalan ama makan - makan aja.

Langsung aja kisah arus balik ke Jakartanya. Gw brangkat hari Sabtu kemarin. Aku beli tiket bus untuk perjalanan ini. Lagi - lagi perjalanan ini harus dimulai dengan perjuangan berat dan melelahkan. Walaupun sudah mendapat tiket, memerlukan waktu sekitar 4 jam menunggu bus untuk berangkat, waduh - waduh. Kupikir nggak papa lah karena besoknya kan hari minggu, jadi telat masuk Jakarta nggak apa -apa. Bener juga, jika biasanya masuk Jakarta jam 6 kemarin jadi jam 8 nan. Begitulah sepenggal cerita perjalanan mudikku yang ada sisi senang dan sisi lelahnya,hehe. Untuk semua yang telah membaca - baca blogku nggak ada salahnya aku mengucapkan minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir bathin.

Read More......

Wednesday, September 26, 2007

Depkeu Butuh Sarjana di Luar STAN

Bagi teman - teman Yang memegang ijasah S1,S2,ataupun S3 siap - siap belajar ya, kemungkinan untuk tahun 2008 Departemen Keuangan akan membuka lowongan setelah lama nggak menerima sarjana di luar Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), terakhir 2002. Kebutuhan sarjana diprioritaskan untuk bidang hukum dan IT. Karena sedang terjadi transformasi teknologi komunikasi besar - besaran di Ditjen Pajak, BC maupun Perbendaharaan. Selain diperlukan tenaga - tenaga di bidang akuntansi, ekonomi pemerintah, dan perpajakan dari STAN, kebutuhan tenaga bidang hukum, penilai properti, serta IT sangat diperlukan. Diharapkan semua bentuk pelayanan menjadi one stop service secara On line.

Sekjen Depkeu, Mulia P Nasution di gedung Depkeu, Jalan Senen Raya, Jakarta, Senin (17/9/2007)mengatakan Departemen Keuangan tengah mengusulkan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara agar bisa menerima lulusan selain dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).Soalnya Depkeu yang kini lagi berbenah itu membutuhkan juga lulusan hukum, psikologi dan Teknik."Kita sudah 6 tahun tidak menerima sarjana dari luar STAN, kita kan tidak hanya butuh dari akuntan, kita butuh juga insinyur, sarjana hukum, psikologi, bukan hanya S1,tetapi S2 dan S3 juga," ujarnya.

Bapak Sekjen juga mengatakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga akuntan di bidang pelaporan, Depkeu juga menyiapkan semacam crash program untuk menyediakan tenaga akuntansi pembukuan.Hal itu untuk memperkuat Depkeu dan kementerian lembaga yang lain sehingga laporan keuangan pemerintah akan lebih baik.

Untuk Crash Program kabar yang saya terima, direncanakan STAN untuk menjadi BLU ( Badan Layanan Umum ). Jadi lulusan STAN harus siap juga untuk ditempatkan di kementerian atau Departemen lain selain Depkeu. Hal ini sesuai dengan misi tadi untuk memperbaiki kinerja akuntansi pada Departemen atau lembaga negara lainnya. Jadi, kedepan akan diwacanakan Pemda - Pemda ataupun kementerian dan Departemen lain untuk bisa meminta jatah formasi pegawai dari lulusan STAN untuk kebutuhan tenaga akuntansi pemerintahannya. Bentuk Crash Program ini mungkin menimbulkan dilema bagi mahasiswa STAN yang ingin bertahan di Depkeu. Btw kita lihat saja jadinya setahun mendatang.

Read More......

Tuesday, September 11, 2007

TREASURY SINGLE ACCOUNT

Departemen Keuangan menetapkan seluruh saldo kas negara di 178 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) harus ditransfer ke rekening Kas Umum Negara di Bank Indonesia hingga berjumlah Rp 0 setiap harinya karena mulai 1 Oktober 2007 semua anggaran pengeluaran pemerintah wajib disimpan di enam bank terpilih. Sistem pengelolaan kas ini akan menciptakan sumber penerimaan baru bagi pemerintah senilai Rp 20 miliar tiga tahun mendatang dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Cuplikan berita diatas menjadi awal dimulainya pengelolaan kas negara dengan sistem Treasury Single Account ( TSA). Dipostingan kali ini, saya akan coba mengetengahkan mengenai TSA yang dijalankan Direktorat Jendral Perbendaharaan Depkeu ini.

Sebelum membahas TSA, kita perlu tahu lebih dahulu bagaimana perlakuan pengelolaan kas masuk dan keluar dalam sistem negara kita. Dalam hal pengelolaan kas negara, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) selaku kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) memiliki rekening pada bank-bank umum untuk menampung penerimaan maupun pengeluaran negara. Penerimaan maupun pengeluaran tersebut ditampung pada bank-bank yang ditunjuk pemerintah selaku Bank Operasional atau Bank Persepsi. Pengeluaran ditampung pada Bank Operasional sedangkan penerimaan ditampung pada Bank Persepsi.

Permasalahan yang ada pada saat ini adalah terdapat uang mengendap yang nilainya relatif cukup besar pada Bank Operasional. Sebagai contoh KPPN Jakarta II mengelola pengeluaran non gaji dimana pagu yang diperkenankan sebesar 20 milyar rupiah. Sedangkan rata-rata pengeluaran gaji yang dilakukan KPPN per bulan adalah sebesar 63 milyar rupiah. Kenyataan tersebut telah menimbulkan adanya saldo kas yang tidak terpakai idle cash balance. Saldo kas yang tidak terpakai yang nilainya signifikan tersebut selama ini tidak dioptimalisasi penggunaannya untuk kepentingan Pemerintah. Padahal saldo kas tidak terpakai seyogyanya digunakan untuk kegiatan investasi yang mendatangkan pendapatan bagi Pemerintah. Hal tersebut, dari perspektif manajemen keuangan merupakan bukti bahwa sistem pengelolaan kas yang selama ini berlaku telah menimbulkan opportunity loss bagi Pemerintah.

Selain itu, idle cash balancesecara tidak langsung meningkatkan kebutuhan pinjaman dari Pemerintah. Idle cash balance memungkinkan Pemerintah meminjam atau membayar bunga untuk membiayai suatu pengeluaran bagi beberapa pengguna anggaran, sedangkan pada kenyataannya terdapat saldo kas tidak terpakai (kelebihan uang) pada rekening pengguna anggaran yang lain. Hal tersebut menjadikan pengelolaan kas Pemerintah menjadi kurang efektif dan efisien.

Sejalan dengan adanya permasalahan idle cash balance, secara simultan telah menimbulkan permasalahan lain yang merupakan implikasi sistem yang selama ini berjalan yaitu adanya ribuan rekening bank dengan saldo kas yang tidak berbunga. Sedangkan dari sisi pelaporan, sistem yang ada menyulitkan rekonsiliasi antara rekening Pemerintah dan rekening koran bank

Uraian di atas menggambarkan serta menegaskan portret kondisi tidak optimalnya pengelolaan kas negara. Oleh karena itu, sesuai dengan amanat UU No. 1 Tahun 2004, diperlukan suatu pendekatan atau model yang diaplikasikan dalam sistem Perbendaharaan Negara yaitu Treasury Single Account dengan prinsip sentralisasi saldo kas penerimaan dan pengeluaran negara.
Treasury Single Account (TSA)
Secara umum Treasury Single Account didefinisikan sebagai suatu rekening atau sekumpulan rekening yang saling berhubungan yang digunakan Pemerintah untuk melakukan transaksi keuangan negara. TSA ditengarai efektif untuk mengoptimalisasi opportunity cost dari saldo kas yang mengendap atau tidak terpakai pada rekening pemerintah yang tersebar pada bank-bank umum. TSA adalah suatu rekening dimana semua saldo kas penerimaan dan pengeluaran dikonsolidasikan. TSA yang diterapkan adalah TSA dengan mekanisme zero balance account (ZBO) atau rekening saldo nihil. Sehingga saldo lebih selalu ditransfer ke rekening BUN/ Rekening Kas Umum Negara. Konsolidasi pada rekening BUN/RKUN mengakibatkan saldo pada bank operasional atau bank persepsi selalu nihil dan tidak ada lagi pengendapan saldo kas tidak terpakai.

Ada tiga prinsip yang mendasari aplikasi TSA dalam sistem pengelolaan kas negara. Pertama, Rekening Kas Umum Negara (RKUN) terdapat di Bank Indonesia (pasal 22 ayat 3 No. 1/2004). Kedua, semua penerimaan masuk ke Rekening Kas Umum Negara dan semua pengeluaran berasal dari Rekening Kas Umum Negara (pasal 22 ayat 6 dan 8 UU No.1/2004). RKUN menjadi muara dari setiap transaksi keuangan Pemerintah yang mengakibatkan semua rekening Pemerintah pada bank-bank umum menjadi nihil. Ketiga, semua rekening setiap hari terkonsolidasikan di Rekening Kas Umum Negara. Hal ini dimaksudkan untuk tertib administrasi dan memudahkan pengelolaan kas.
Seperti yang telah diuraikan di atas, tujuan dari TSA adalah optimalisasi pengelolaan kas negara. Dalam tataran teknis, aplikasi TSA secara khusus diharapkan dapat menciptakan sistem pengawasan yang efisien atas arus kas rekening bank pemerintah, mengurangi pemisahan dari saldo-saldo yang terdapat dalam berbagai rekening bank, mengurangi idle cash balance(saldo kas yang tidak terpakai), mengembangkan strategi untuk penempatan/investasi tanpa risiko kelebihan saldo kas, serta mengurangi keterlambatan pergerakan antar bank terkait dengan operasi perbendaharaan.

Read More......

Thursday, August 30, 2007

Kembali Ngantor Lagi

Setelah kurang lebih 10 hari berlibur, kini harus kembali bergelut dengan pekerjaan kantor. Waduh siap siap disuruh suruh bos lagi nih. Prajab satu angkatan kemarin di sebar di berbagai daerah. Jakarta, Cimahi, Medan, Cirebon, Malang, Manado, dan lain - lain deh. Setelah berbincang bincang dengan banyak teman - teman yang tersebar di berbagai tempat prajab, yang paling enak dan nyantai kayaknya di Cirebon, tempat aku prajab. Pertama - tama sebelum prajab kupikir akan di bikin suasana disiplin ala militeristik. Beruntung sekali ternyata di tempatku bener - bener prajab ala sipil, he he he tanpa ada suasana berbau militer. Tapi yang bikin aku sekarang agak sakit nih, biasa flu flu gitu lah..karena, di Cirebon nih lagi musim angin kenceng - kencengnya. Kalau siang panas bgt, tapi malemnya dingiiin minta ampun.


Ada hal yang luar biasa heboh tadi di kantor,orang - orang kantor pada heboh ngeliat pengumuman hasil ujian penerimaan STAN. Banyak yang dapet pesan saudaranya untuk ngeliatin hasil ujian. Aku juga buka - buka intranet kantor untuk lihat pengumuman, maklum tadi di internet agak lemot dan ada hacker yang bikin beberapa tulisan berubah jadi bahasa China (kurang kerjaan kali). Tapi tampaknya waktu aku posting ini, web depkeu sudah pulih kembali. Gue liat - liat apakah adikku yang ikut ujian keterima atau nggak, eh ternyata nggak keterima. Sedih banget nih, pinginnya dia bisa keterima juga di STAN.

Aku maklum karena sekarang susahnya minta ampun masuk STAN. Dari 125.000 peserta ujian ( masuk rekor MURI 2007) dalam pengumuman tadi, hanya 2014 yang diterima. Bisa dibuktikan dan boleh di teliti kalau penerimaan STAN murni nggak pakai duwit. Titipan - titipan dari pejabat pun tidak diperbolehkan, mereka akan dikenai pasal - pasal kode etik Depkeu. Benar - benar deh kalau aku juga ikut sekarang mungkin akan susah masuknya. Beruntung dulu saingannya nggak begitu besar walaupun kalau dibanding yang lain udah sangat berat sih. Waktu aku masuk tahun 2003 pendaftar STAN sudah mencapai ( 84.000 orang). Dulu waktu keterima juga aku malah sempat nolak untuk memasukinya, karena pingin jadi insinyur ha ha ha, (udah keterima di PTN favorit juga tuh). Tapi dorongan ortu bikin aku yakin di STAN karena kita akan hidup tenang dan bahagia bila orang tua meridhoinya, amin.

Read More......

Saturday, August 18, 2007

Off Line Sejenak

Mulai besok ampe kira – kira 30 Agustus, aku mungkin nggak bakalan buka – buka blogku, bakal sibuk nih. Minggu kemarin terima surat tugas untuk berangkat ke Cirebon buat Diklat Prajabatan II dari tanggal 20 – 29 Agustus. Waduh aku udah mulai membayangkan kuliah dan belajar buat ujian lagi nih. Setelah setahun nggak pernah pegang pelajaran – pelajaran sekarang disuruh megang buku lagi deh. Tapi mungkin enak juga bisa nggak ngantor dan ketemu ama teman – teman waktu kuliah di STAN kemarin. Aku juga udah rindu suasana seperti waktu – waktu kuliah kemarin.

Prajabatan merupakan tahapan penting bagi karier seorang Pegawai soalnya, untuk dilantik menjadi PNS dia harus lulus Diklat Prajab. Beruntung penilaian ujian cuman ngaruh 40 %, jadi bisa lebih nyantai. Yang 60 % nilai lainnya berasal dari nilai aktifitas dan disiplin dalam diklat. Semoga dalam diklat nanti semua berjalan lancar dan doakan semoga lulus ya, amin...

Read More......

Tuesday, August 14, 2007

Mencintai Tuhan Dengan Mencintai Manusia

Tema cinta akan selalu hidup dan ada dalam kehidupan manusia, tapi ada rasa cinta yang tertinggi yang harus kita beri perhatian, yaitu cinta pada Allah. Mari rekan - rekan kita menyitir kisah seorang sufi, Abu Ben Adhim. Suatu malam, Abu Ben Adhim terbangun dari mimpinya yang indah. Dan ia lihat, di ruangan dalam cahaya terang rembulan, yang gemerlap ceria seperti bunga lili yang sedang merekah, seorang malaikat menulis pada kitab emas. Ketenteraman jiwa membuatnya berani berkata kepada sang Sosok di kamarnya, "Apa yang sedang kamu tulis?" Bayangan terang itu mengangkat kepalanya dan dengan pandangan yang lembut dan manis ia berkata, "Nama-nama mereka yang mencintai Tuhan." "Adakah namaku di situ?" kata Abu. "Tidak. Tidak ada," jawab malaikat. Abu berkata dengan suara lebih rendah, tapi tetap ceria, "Kalau begitu aku bermohon, tuliskan aku sebagai orang yang mencintai sesama manusia." Malaikat menulis dan menghilang. Pada malam berikutnya ia datang lagi dengan cahaya yang menyilaukan dan memperlihatkan nama-nama yang diberkati cinta Tuhan. Aduhai! Nama Abu Ben Adhim diatas semua nama.

Abu Ben Adhim mungkin lahir di negara yang sekarang ini disebut Afganistan. Ia tidak begitu dikenal dibandingkan dengan teman senegaranya, Jalaluddin Balkhi (alias Rumi). Tetapi, keduanya menekankan pentingnya kecintaan kepada Tuhan sebagai hakikat keberagamaan.

Baik Abu Ben Adhim maupun Rumi percaya bahwa kita tidak bisa mencintai Tuhan tanpa mencintai sesama manusia. Mereka menegaskan kembali apa yang dikatakan Tuhan kepada hamba-Nya pada hari kebangkitan: pada hari kiamat, Tuhan memanggil hamba-hamba-Nya.

Ia berkata kepada salah seorang di antara mereka, "Aku lapar, tapi kamu tidak memberi makan kepada-Ku." Ia berkata kepada yang lainnya, "Aku haus, tapi kamu tidak memberiku minum." Ia berkata kepada hamba-Nya yang lainnya lagi, "Aku sakit, tapi kamu tidak menjenguk-Ku." Ketika hamba-hamba-Nya mempertanyakan semuanya ini, Ia menjawab, "Sungguh si fulan lapar; jika kamu memberi makan kepadanya, kamu akan menemukan Aku bersamanya. Si fulan sakit; jika kamu mengunjunginya, kamu akan menemukan Aku bersamanya. Si fulan haus; jika kamu memberinya minum, kamu akan menemukan Aku bersamanya." (Ibn Arabi sering mengutip hadis ini dalam Al-Futuhat al-Makkiyah).

Ketika seorang murid baru mengikuti tarekat, syaikh-nya akan mengajarinya untuk menjalankan tiga tahap latihan rohaniah selama tiga tahun. Ia baru diizinkan mengikuti Jalan Tasawuf, bila ia lulus melewatinya. Tahun pertama adalah latihan berkhidmat kepada sesama manusia. Tahun kedua beribadat kepada Tuhan, dan tahun ketiga mengawasi hatinya sendiri. Kita tidak bisa beribadat kepada Tuhan sebelum kita berkhidmat kepada sesama manusia. Menyembah Allah adalah berkhidmat kepada makhluk-Nya.

Abu Said Abul Khayr terkenal sebagai sufi yang pertama kali mendirikan tarekat sufi. Ketika salah seorang pengikutnya menceritakan seorang suci yang dapat berjalan di atas air, ia berkata, "Sejak dahulu katak dapat melakukannya!" Ketika muridnya kemudian menyebut orang yang dapat terbang, ia menjawab singkat, "Lalat dapat melakukannya lebih baik." Muridnya bertanya, "Guru, gerangan apakah ciri kesucian itu?" Ia menjawab, "Cara terbaik untuk mendekati Tuhan adalah melakukan perkhidmatan sebaik-baiknya kepada sesama manusia, memasukkan kebahagiaan ke dalam hatinya."

Mungkin karena perhatiannya yang sangat besar pada cinta kasih, kaum sufi banyak menyerap dari berbagai hikmah yang bisa diteladani demi meningkatkan kemuliaan diri (tahdzib al-akhlaq). Prinsip sufistik selaras sabda Nabi Muhammad:”ambilah hikmah dari mana datangnya.” Kaum sufi juga belajar jalan cinta dari kisah Musa. Seorang syaikh menyampaikan cerita berikut ini, Kaum Bani Israil satu kali mendatangi Musa, "Wahai Musa, kami ingin mengundang Tuhan untuk menghadiri jamuan makan kami. Bicaralah kepada Tuhan supaya Dia berkenan menerima undangan kami."
Dengan marah Musa menjawab, "Tidakkah kamu tahu bahwa Tuhan tidak memerlukan makanan?" Tetapi, ketika Musa menaiki bukit Sinai, Tuhan berkata kepadanya, "Kenapa tidak engkau sampaikan kepada-Ku undangan itu? Hamba-hamba-Ku telah mengundang Aku. Katakan kepada mereka, Aku akan datang pada pesta mereka Jumat petang."

Musa menyampaikan sabda Tuhan itu kepada umatnya. Berhari-hari mereka sibuk mempersiapkan pesta itu. Pada Jumat sore, seorang tua tiba dalam keadaan lelah dari perjalanan jauh. "Saya lapar sekali," katanya kepada Musa. "Berilah aku makanan." Musa berkata, "Sabarlah, Tuhan Rabbul Alamin akan datang. Ambillah ember ini dan bawalah air ke sini. Kamu juga harus memberikan bantuan." Orang tua itu membawa air dan sekali lagi meminta makanan. Tapi tak seorang pun memberikan makanan sebelum Tuhan datang. Hari makin larut, dan akhirnya orang-orang mulai mengecam Musa yang mereka anggap telah memperdayakan mereka.

Musa menaiki bukit Sinai dan berkata, "Tuhanku, saya sudah dipermalukan di hadapan setiap orang karena Engkau tidak datang seperti yang Engkau janjikan." Tuhan menjawab, "Aku sudah datang. Aku telah menemui kamu langsung, bahkan ketika Aku bicara kepadamu bahwa Aku lapar, kau menyuruh Aku mengambil air. Sekali lagi Aku minta, dan sekali lagi engkau menyuruh-Ku pergi. Baik kamu maupun umatmu tidak ada yang menyambut-Ku dengan penghormatan."

"Tuhanku, seorang tua memang pernah datang dan meminta makanan, tapi ia hanyalah manusia biasa," kata Musa.

"Aku bersama hamba-Ku itu. Sekiranya kamu memuliakan dia, kamu memuliakan Aku juga. Berkhidmat kepadanya berarti berkhidmat kepada-Ku. Seluruh langit terlalu kecil untuk meliputi-Ku, tetapi hanya hati hamba-Ku yang dapat meliputi-Ku. Aku tidak makan dan minum, tetapi menghormati hamba-Ku berarti menghormati Aku. Melayani mereka berarti melayani Aku."

Berbakti kepada sesama manusia bukanlah kewajiban sekelompok orang. Setiap Muslim apa pun jenis kelamin, usia, dan status sosialnya berkewajiban memperlakukan semua orang dengan baik.

Dalam Al-Quran juga ada perintah, "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Berbaktilah kepada kedua orangtua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, orang-orang yang kehabisan bekal, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, yaitu orang-orang yang kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Kami telah menyediakan orang-orang kafir seperti itu, siksa yangmenghinakan."(QS.Al-Nisa’,36-37)

Tindakan membahagiakan orang lain disebut sebagai shadaqah. Kata ini berasal dari "shadaqa", yang berarti benar sejati atau tulus. Orang yang bersedekah adalah orang yang imannya tulus. Sedekah tidak selalu berbentuk harta atau uang. "Termasuk sedekah adalah engkau tersenyum ketika berjumpa dengan saudaramu, atau engkau singkirkan duri dari jalanan," sabda Nabi Muhammad SAW.

Untuk bisa menolong orang lain dengan tulus, kita memerlukan kecintaan tanpa syarat (unconditional love) kepada semua orang. Cinta inilah yang dimasukkan sebagai fitrah dalam hati kita. Cinta ini adalah seperseratus dari Rahmat Allah yang dijatuhkan Tuhan di Bumi.

Alkisah, bertahun-tahun yang lalu, seorang ibu dari salah seorang sultan dari Khilafah Utsmaniyah membaktikan hidupnya untuk kegiatan amal saleh. Ia membangun masjid, rumah sakit besar, dan sumur-sumur umum untuk daerah permukiman yang tidak punya air di Istanbul, Turki.

Pada suatu hari, ia mengawasi pembangunan rumah sakit yang dibiayai sepenuhnya dari kekayaannya. Ia melihat ada semut kecil jatuh pada adukan beton yang masih basah. Ia memungut semut itu dan menempatkannya pada tanah yang kering.

Tidak lama setelah itu, ia meninggal dunia. Kepada banyak kawannya, ia muncul dalam mimpi mereka. Ia tampak bersinar bahagia dan cantik. Kawan-kawannya bertanya, apakah ia masuk ke surga karena sedekah-sedekah yang dilakukannya ketika masih hidup? Ia menjawab, "Saya tidak masuk surga karena semua sumbangan yang sudah aku berikan. Saya masuk surga karena seekor semut.."

Diambil dari http://www.gusmus.net

Read More......